WAKATOBI, indikatorsultra.com – Tidak hanya sekadar angka, rapat pleno terbuka rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025 yang digelar KPU Kabupaten Wakatobi, menyimpan makna lebih, yakni memastikan setiap warga yang berhak memilih, benar-benar tercatat dalam daftar pemilih. Kamis (2/10/2025)
Melalui Rapat Pleno yang berlangsung di Kantor KPU Wakatobi sejak pukul 14.00 hingga 18.00 WITA ini menghadirkan beragam unsur penting, mulai dari Polres Wakatobi, Kodim 1413 Buton, Pos AL, Bawaslu, Disdukcapil, Kesbangpol, hingga perwakilan camat se-Kabupaten Wakatobi. Kehadiran lintas lembaga ini mencerminkan komitmen bersama menjaga hak demokrasi warga.
Pleno dipimpin oleh Plh Ketua KPU Wakatobi, Erni Mawar, bersama anggota KPU Irfan Sakti, Yasir Arafat, Visman, didampingi Sekretaris KPU Samsu Agusdar S, Kasubag Perencanaan, Data, dan Informasi, serta staf Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi.
Erni Mawar menegaskan, pemutakhiran data tidak hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga bentuk pelayanan negara kepada rakyat.
“Data pemilih yang akurat adalah kunci Pemilu yang berkualitas. Ini bukan hanya tentang angka, melainkan tentang memastikan suara masyarakat tidak hilang,” ujarnya.
Dalam pleno, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Wakatobi, Yasir Arafah, memaparkan rincian data terbaru yang meliputi pemilih baru, pemilih tidak memenuhi syarat (TMS), hingga perubahan data. Hasilnya, ditetapkan 82.431 pemilih berkelanjutan, terdiri atas 40.459 laki-laki dan 41.972 perempuan.
Pleno juga dibuka untuk tanya jawab, memberikan ruang bagi pihak-pihak yang hadir menyampaikan pandangan. Suasana diskusi berlangsung hangat, memperlihatkan bahwa urusan data pemilih bukan hanya tanggung jawab KPU, melainkan juga kerja bersama semua pihak.
Dengan hasil ini, KPU Wakatobi berharap masyarakat semakin yakin bahwa setiap hak suara akan dijaga, dan demokrasi di tanah maritim ini terus tumbuh dengan kokoh.
“Sinergi ini adalah modal utama kita. KPU tidak bisa bekerja sendiri, dan hari ini kita buktikan bahwa keterbukaan dan kebersamaan adalah kunci kepercayaan publik,” tutup Yasir. (Red)



Komentar